| Wan Biao, CEO Huawei Device |
Huawei Technologies Co Ltd yang berbasis di Shenzhen, China, didirikan 25 tahun lalu oleh veteran Tentara Pembebasan Rakyat Ren Zhengfei. Huawei saat ini adalah vendor ponsel terbesar keenam di dunia dan nomor dua dalam jaringan komunikasi global, bisnis yang tahun lalu membawa hampir tiga perempat dari total pendapatan mereka.
Predikat itu akan berubah setelah Huawei berencana untuk mengukir sebuah merek global di smartphone, memilih bersaing langsung dengan Samsung Electronics Co Ltd dan Apple Inc, khususnya di China, yang kini telah menjadi pasar smartphone terbesar di dunia.
Dalam persaingan pasar smartphone yang semakin sengit, Huawei tidak hanya akan mengandalkan perangkat berbasis Android yang telah dijalani hingga saat ini, maupun Windows 8/Windows Phone 8 dan TIZEN dimana mereka menjadi salah satu anggota dari TIZEN Association, tapi juga mempertimbangkan mengembangkan sistem operasi (OS) smartphone sendiri untuk menjauhkan diri dari Android, yang telah menjadi fokus dari sengketa hukum antara Apple dan pembuat handset utama.
"Apapun yang disukai oleh konsumen, kita akan mengembangkannya," kata Wan Biao, CEO dari Huawei Device, dalam sebuah wawancara pada hari Senin di kantor pusat perusahaan. "Kami juga telah mencurahkan sumber daya ke dalam sistem operasi mobile yang akan datang berbasis platform kami saat ini dengan alasan jika perusahaan lain tidak akan membiarkan kita menggunakan sistem mereka satu hari nanti."
Huawei telah berkembang dalam bisnis perangkat untuk konsumen - yang menjual smartphone, tablet PC, dan dongle - secara agresif. Perangkat mobile mereka telah mengambil pangsa pasar secara signifikan, meskipun dengan mengorbankan profitabilitas - yang mendorong perusahaan untuk bergeser ke arah produk yang lebih high-end seperti model Vision dan Ascend.
"Kami masih berinvestasi secara aktif untuk 1-2 tahun ke depan, sehingga akan menjadi tantangan besar untuk mencapai profitabilitas yang tinggi," kata Wan. Pada bulan Juli, Huawei membukukan penurunan 22 persen pada laba operasi di semester pertama, sambil mengutip "tantangan signifikan" dari ekonomi global yang melemah dan pengeluaran yang ketat oleh operator telekomunikasi.
Huawei mengharapkan pendapatan dari perangkat konsumen akan terus tumbuh di kisaran 30 persen tahun depan, meskipun penjualan dari smartphone akan tumbuh lebih cepat, sekitar 40 persen. Perusahaan telah mengatakan bahwa mereka mengharapkan bisnis mereka akan menumbuhkan pendapatan sekitar sepertiga dibanding tahun ini menjadi US$9 miliar, dan bisa mencapai $30 milyar dalam lima tahun, cocok dengan bisnis peralatan telekomunikasi sebagai pendorong utama pendapatan.
Dalam sebuah wawancara media baru-baru, Huawei deputy chairman Hu Houkun mengatakan perusahaan bertujuan untuk menjadi vendor smartphone global No.3, dengan pangsa pasar 15 persen pada tahun 2015, naik dari sekitar 5 persen saat ini.
Eropa akan terlihat menjadi tempat yang paling cerah, dan Huawei bulan ini menguraikan rencana untuk menginvestasikan $2 milyar untuk memperluas operasinya di Inggris, menciptakan sekitar 700 lapangan kerja baru selama lima tahun.
No comments:
Post a Comment